Senin, 24 Oktober 2011

Kepergok “rawat” Bini Orang

Share |
Kepergok “rawat” Bini OrangLELAKI dari Puskesmas Air Besar (Kalbar) ini bernafsu besar juga rupanya. Sebagai perawat, Hamdi, 32 (bukan nama sebenarnya), berani pula “merawat” bidan Haryani, 23 (bukan nama sebenarnya), yang istri polisi. Tapi akibatnya tahu sendiri, saat bermesraan di rumah dinas Puskesmas, kepergok. Urusannya pun memanjang dan masuk kolom ini.
Perawat itu tugasnya merawat dan melayani pasien. Karena pasiennya juga ada laki dan perempuan, maka perawat pun ada juga yang kaum pria. Nah, dua perawat yang berlainan jenis itu sering pula menimbulkan ekses negatif, ketika mereka kemudian terlibat skandal asmara. Tapi bagaimana lagi, teori PLN memang mengatakan, listrik positif ketemu listrik negatif, bisa menimbulkan korsleting. Gamblangnya lagi, dalam bahasa listrik disebut hubungan pendek, dalam bahasa asmara disebut hubungan kelamin!
Perawat yang “macem-macem” ini salah satunya Hamdi, yang bertugas di Puskesmas Serimbu Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak (Kalbar). Hanya sasarannya agak beda, yakni seorang bidan. Namun bagi lelaki mata keranjang macam dia, bidan atau perawat, asyiknya sama saja. Dan karena itu pula, sejak beberapa bulan lalu perawat Hamdi “merawat” bidan Haryani dengan segala aktivitasnya. Bila biasanya dia menyuntik pasien atas perintah dokter, kali ini Hamdi “menyuntik” Haryani atas perintah setan.
Ngomong-ngomong soal setan, makhluk tak berbentuk ini memang paling pinter jadi tukang hasut. Setelah kenyang ngompori anggota DPR untuk membubarkan KPK, kini dia sedang mengompori Hamdi, lelaki yang sebetulnya di rumah juga sudah punya keluarga. Untuk mencuci otak Hamdi, setan sengaja mendorong dan menyemangati agar dia bisa melupakan sejenak anak istrinya. “Masak tiap hari “menu”-nya sayur asem, Bleh. Sekali waktu pakai sambel goreng, kenapa….!” kata setan bertamsil ibarat.
Hamdi yang kebetulan nganggur, mendadak sontak termakan ajakan setan itu. Haryani yang awalnya biasa-biasa saja di matanya, kini menjadi sangat menggairahkan. Hati nurani mengingatkan: jangan, itu istri polisi. Tapi setan kembali menyemangati, jangankan polisi pangkat kroco, yang jendral saja bisa dirampok. Makanya, “merampok” seorang istri polisi, sangatlah keciiiiiil itu. Makanya hayooo, hayoooo, rambate rata hayo!
Karena menang medan, Hamdi begitu mudah melancarkan aksinya. Kebetulan pula bidan Haryani termasuk jenis cewek “layar sentuh” ibaratnya Tablet PC, jadi sangat mudah dioperasikan. Hanya sekali disentuh, kontan minta imbuh (nambah). Begitulah kemudian yang terjadi, mereka suka begituan di rumah dinas puskesmas yang kebetulan kosong. Tanpa perintah seorang dokter tentunya, dengan berani Hamdi menginjeksi Haryani jussss!
Praktek “injeksi-injeksi”-an antara perawat dan bidan tersebut selama ini aman-aman saja. Tapi karena barang batil takkan awet, sekali waktu ada yang melihat betapa Hamdi – Haryanti bermesraan malam hari di rumah dinas Puskesmas. Penemuan itu dilaporkan ke pimpinan, dan keduanya pun digerebek. Ujungnya bisa ditebak, suami Haryani mencak-mencak, sehingga Hamdi dapat “pembinaan” di Polsek Air Besar. Namun dalam pemeriksaan, perawat kuwat syahwat itu melakukan gerakan tutup mulut, begitu pula Haryani.
Mau niru Nazarudin ngkali, minta langsung vonis saja. (RI/Gunarso TS)
sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

google translate
Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!