Rabu, 13 Oktober 2010

China Memulai Ekspedisi Ungkap Monster 'Yeti'

Share |

Manusia liar berjenis kelamin wanita diduga mendatangi desa-desa mencari partner seksual.

Kelompok yang terdiri dari ilmuwan China dan para penjelajah yang tergabung dalam Hubei Wild Man Research Association akan melakukan ekspedisi aneh. Mereka mencari mahluk mirip Yeti atau Bigfoot yang dikabarkan tinggal di hutan di atas gunung di Provinsi Hubei.

Mahluk setengah mitos itu dinamakan 'yeren'. Ekspedisi ini diperkirakan akan menghabiskan dana 1 juta poundsterling.

Pencarian 'yeren' atau 'manusia liar' ini dilakukan hampir 30 tahun setelah China Academy of Science meluncurkan ekspedisi serupa di akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an, menyusul laporan penampakan mahluk aneh setinggi 6-7 kaki yang ditutupi bulu coklat kemerahan.

Seperti diberitakan The Daily Telegraph, pada 1983 lalu, manusia liar berjenis kelamin wanita diduga mendatangi desa-desa, untuk mencari patner seksual. Ini jelas horor buat penduduk sekitarnya.

Sementara dilaporkan oleh Zhejiang Provincial Daily pada tahun 1983, seorang penduduk desa sedang tidur di dalam pondoknya di sebuah hutan di pegunungan ketika 'perempuan liar' bermata biru menerobos masuk dan mencabulinya.

"Dia terlalu takut untuk berteriak, juga terlalu lemah untuk melawan. Perempuan liar itu tidur dengannya beberapa menit, dan lalu pergi," demikian dimuat dalam harian Zhejiang.

Walaupun cerita tersebut sulit dipercaya, Hubei Wild Man Research Association menegaskan, ekspedisi yang mereka lakukan ini serius. Mereka bahkan membuka lowongan untuk relawan internasional, dan tentunya ingin mendapat dana sebesar 1 juta poundsterling.

"Kami membentuk lima tim untuk fokus melakukan pencarian di lima area kunci di mana 'yeren' dilaporkan ada," kata Wang Shancai, Wakil Presiden Hubei Wild Man Research Association, seperti dimuat situs Telegraph, 12 Oktober 2010. "Kita akan menggunakan metode paling modern dan terbaru, termasuk jebakan kamera," ujar Wang.

Seperti diberitakan Xinhua, ekspedisi ini adalah tindak lanjut dari ekpedisi yang pernah dilakukan pada 1977, 1980, dan 1981 yang mengklaim menemukan beberapa bukti keberadaan 'yeren' seperti jejak kaki, sample rambut, dan situs sarang 'yeren'.

Wang berdalih, ekspedisi kali ini tidak akan gagal menemukan mahluk liar itu seperti ekspedisi sebelumnya, yang ia nilai tak fokus.

Ada lebih dari 400 dokumen laporan penampakan 'yeren' yang konon tinggal di cagar alam Shennongjia yang terletak di ketinggian 9.800 kaki di perbukitan Hubei Barat.

Hutan Shennongjia memang kaya akan cerita tahayul. Ini didorong oleh keberadaan banyak hewan albino, seperti beruang, rusa muntiak, monyet dan ular. Hutan ini telah menjadi obyek studi ilmiah selama beberapa tahun terakhir.

Laporan terakhir penampakan Yeti terjadi pada 2007. Namun, seperti diberitakan Xinhua -- itu mungkin penampakan spesies orang utan yang langka.


sumber : VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

google translate

Arsip Blog

Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!